Rabu, 12 Februari 2014

Bibliografi


BAB I
PENDAHULUAN
Bibliografi berasal dari bahasa Yunani dengan akar kata Biblion: yang berarti
buku dan Graphein: yang berarti menulis, maka kata Bibliografi secara harfiah berarti
penulisan buku. Dalam hal ini maka bibliografi berarti kegiatan teknis membuat deskripsi untuk suatu cantuman tertulis atau pustaka yang telah diterbitkan, yang tersusun secara sistematik berupa.. daftar menurut aturan yang dikehendaki. Dengan demikian tujuan bibliofrafi adalah untuk mengetahui adanya suatu buku/pustaka atau sejumlah buku/pustaka yang pernah diterbitkan.
APA American Psychological Association) bentuk ini sering digunakan untuk mengutip sumber-sumber dalam ilmu social. Sumber daya ini direvisi 6 tahun yang lalu sesuai dengan edisi setakan kedua dari APA, kutipan dalam teks, catatan akhir/catatan kaki, dan halaman referensi. Pedoman APA tentukan menggunakan kapitalisasi kalimat-gaya untuk judul buku atau artikel, sehingga Anda harus memanfaatkan hanya kata pertama dari judul dan subjudul. Pengecualian untuk aturan ini akan menjadi judul berkala dan nama yang tepat dalam judul yang masih harus dikapitalisasi. The berkala Judul dijalankan dalam kasus judul, dan diikuti oleh nomor volume yang, dengan judul, juga dicetak miring. Jika ada lebih dari satu penulis, gunakan ampersand (&) sebelum nama penulis terakhir. Jika ada lebih dari enam penulis, daftar hanya yang pertama dan penggunaan et al . untuk sisanya.[1]


BAB II
PEMBAHASAN
A.    Pengertian Bibliografi
Kata bibliografi berasal dari bahasa Yunani dengan akar kata Biblion: yang berarti
buku dan Graphein: yang berarti menulis, maka kata Bibliografi secara harfiah berarti
penulisan buku[2].
Dalam hal ini maka bibliografi berarti kegiatan teknis membuat deskripsi untuk suatu cantuman tertulis atau pustaka yang telah diterbitkan, yang tersusun secara sistematik berupa.. daftar menurut aturan yang dikehendaki.
Dengan demikian tujuan bibliofrafi adalah untuk mengetahui adanya suatu buku/pustaka atau sejumlah buku/pustaka yang pernah diterbitkan.[3]
B.     Unsur-Unsur Bibliografi dan Contoh Penulisannya
a.       Nama Pengarang, yang dikutip secara lengkap.
b.      Judul Buku, termasuk judul tambahannya.
c.       Data Publikasi: penerbit, tempat terbit, tahun terbit, cetakan ke berapa, nomor jilid
buku dan tebal (jumlah halaman) buku tersebut.
d.      Untuk sebuah artikel diperlukan pula judul artikel yang bersangkutan, nama majalah,
atau surat kabar, tanggal dan tahun.[4]

C.    Penyusunan Bibliografi
a.       Nama pengarang diurutkan berdasarkan urutan abjad.
b.      Jika tidak ada nama pengarang, judul buku atau artikel yang dimasukkan dalam urutan
abjad.
c.       Jika untuk seorang pengarang terdapat lebih dari satu bahan refrensi, untuk refrensi
kedua dan seterusnya, nama pengarang tidak diikutsertakan, tetapi diganti dengan
garis sepanjang 5 atau 7 ketikan.
d.      Jarak antara baris dengan baris untuk satu refrensi adalah satu spasi. Namun, jarak
antara pokok dengan pokok lain adalah dua spasi.
e.       Baris pertama dimulai dari margin kiri. Baris kedua dan seterusnya dari tiap pokok
harus dimasukkan ke dalam sebanyak tiga atau empat ketikan.

D.    Jenis-Jenis Bibliografi
Jenis bibliografi yang dihasilkan dalam pembuatan publikasi sekunder akan tergantung pada jenis pustaka yang akan didaftar. Misalnya akan dibuat daftar yang berasal dari deskripsi katalog buku yang dimiliki perpustakaan, maka daftar tersebut dapat dinamakan daftar katalog. Sementara jika daftar yang disusun berdasarkan judul artikel suatu majalah, maka daftar tersebut dapat disebut daftar isi.
Dari segi cara penyajian dan uraian deskripsinya, bibliografi dibagi menjadi:
1.      Bibliogrfi deskriptif
Yaitu bibliografi yang dilengakapi deskripsi singkat yang didapat dari gambaran fisik
yang tertera atau tertulis dalam bahan pustaka. Seperti judul buku atau majalah, judul
artikel, nama pengarang, data terbitan (impresium), kolasi serta abstrak
yang tertulis.
2.      Bibliografi evaluatif:
Yaitu bibliografi yang dilengkapi dengan evaluasi tentang suatu bahan pustaka.
Evaluasi ini biasanya mencakup penilaian terhadap isi suatu bahan pustaka atau
artikel.

E.     Cakupan Bibliografi
Dari segi cakupanya, bibliografi dapat dibagi menjadi:
1.      Bibliografi retrospektif
Yaitu jenis bibliografi yang mencatat bahan pustaka yang telah diterbitkan pada jaman
yang lampau. Misalnya “Bibliografi Sejarah Perang Dipenogoro”
2.      Bibliografi terkini/current
Yaitu jenis bibliografi yang mencatat terbitan yang sedang atau masih terbit saat ini. Contohnya Ulrich’s International Periodicals Directory.
3.      Bibliografi selektif
Yaitu jenis bibliografi yang mencatat terbitan tertentu dengan tujuan tertentu. Misalnya “Buku bacaan terpilih untuk anak usia pra sekolah”.
4.      Bibliografi Subjek
Yaitu jenis bibliografi yang mencatat bahan pustaka atau artikel pada bidang ilmu dan
subjek tertentu. Misalnya “Bibliografi khusus ternak kelinci”.


5.      Biliografi Nasional
Yaitu jenis bibliografi yang mencatat terbitan suatu negara atau daerah regional tertentu. Contohnya “Bibliografi Nasional Indonesia”.[5]
Penentuan cakupan/topik suatu bibliografi ditentukan berdasarkan berbagai
pertimbangan antara lain :
a.       Permintaan pengguna
b.      Topik yang sedang berkembang atau yang banyak diperlukan saat itu
c.       Dokumentasi koleksi yang dimiliki
d.      Mandat instansi

F.     Bagian-bagian Bibliografi
Suatu deskripsi bibliografi biasanya terdiri dari :
a.       Judul : berisi judul artikel atau judul buku yang akan dideskripsikan
b.      Kepengarangan : berisi nama pengarang perorangan atau pengarang badan korporasi
c.       Sumber : berisi judul jurnal, judul prosiding, atau judul buku dimana informasi tersebut berada.
d.      Data terbitan (impresium): berisi data tentang kota terbit, nama terbit, dan tahun terbit
e.       Keterangan fisik buku (kolasi), yang berisi halaman lokasi artikel ditemukan.
f.       Keterangan informasi, seperti abstrak
g.      Keterangan tambahan, seperti lokasi rak penyimpanan, kode call number, perpustakaan pemilik bahan pustaka, dan sebagainya.
G.    Manfaat Bibliografi
Pencatatan informasi mengenai koleksi perpustakaan dalam bentuk bibliografi dilakukan dengan berbagai alasan antara lain:
a.       Jumlah koleksi perpustakaan yang semakin meningkat bentuk dan bidang kajiannya
b.      Kebutuhan informasi para pengguna yang semakin beragam dan meningkat
jumlahnya
c.       Upaya untuk meningkatkan kualitas layanan penelusuran informasi yang cepat dan
tepat.
Oleh karena itu penyusunan suatu daftar bibliografi mempunyai fungsi utama untuk membantu pemakai mencari dan menelusuri informasi tertentu. Fungsi lain dari bibliografi adalah sebagai bagian dari jasa pelayanan perpustakaan kepada pemakai.
Dengan menerbitkan suatu bibliografi, pustakawan dapat menawarkan koleksinya kepada pemakai tanpa harus mengeluarkan seluruh koleksi yang dimilikinya, serta dapat menjangkau pengguna yang tinggal jauh dari perpustakaan.
Dengan demikian maka, bibliografi dapat digunakan sebagai:
a.       Bahan rujukan terhadap koleksi perpustakaan
b.      Daftar koleksi yang dimiliki perpustakaan
c.       Daftar informasi bahan pustaka mengenai suatu bidang kajian tertentu, dan
sebagainya.[6]

H.    Penulisan Bibliografi Format APA Sistem
I.       Penulisan Nota Rujukan
Rujukan yang dimasukkan dalam teks, samada sumber rujukan itu telah diterbitkan atau tidak hendaklah direkodkan. Sebagaimana sistem Harvard, menulis nota rujukan gaya APA juga mengambil kira sumber rujukan atau bahan samada buku, jurnal, tesis, laman Web dan sebagainya.
a.      Kaedah menulis nota rujukan bagi bahan yang diambil daripada buku
Apabila mengunakan sistem ini, rujukan dalam teks hendaklah ditulis atas nama utama pengarang sahaja (tanpa nama ringkasannya) seperti berikut:
(i)     Meletakkan tahun terbitan dalam kurungan selepas nama pengarang yang dirujuk. Contohnya:
“Menurut Brown (2005), salah satu faktor yang menyebabkan guru pendidikan khas meninggalkan bidang tersebut ialah kerana kurang menerima pengiktirafan”.
(ii)   Jika nama pengarang tidak perlu ditulis dalam ayat, maka tuliskan nama dan tahun dalam kurungan. Contoh:
“Oleh itu, kajian menunjukkan salah satu factor yang menyebabkan guru pendiddikan khas meninggalkan bidang tersebut ialah kerana kurang pengiktirafan (Brown, 2005)”
(iii)  Sekiranya bahan sumber yang dirujuk dihasilkan oleh dua pengarang, tuliskan nama kedua-dua pengarang. Contohnya:
“Mengikut Platt dan Olsen (1990) pula, sesuatu program pendidikan khas hanya akan dapat dilaksanakan dengan sempurna sekiranya guru-guru pendidikan khas menerima pengiktirafan daripada ibu bapa”
(iv)  Bagi tiga pengarang atau lebih, tuliskan et.al selepas nama pengarang pertama. Contoh:
“Antara suasana tugas yang dialami oleh guru pendidikan khas dalam program percantuman masalah pendengaran yang mungkin boleh memberi kesan kepada pencapaian akademik murid adalah pengiktirafan (Podemsky et.al, 1995)”
(v)   Gunakan huruf kecil (a,b,c), untuk mengenal pasti dua atau lebih penerbitan bagi pengarang yang sama dan dikeluarkan pada tahun yang sama. Contoh:
“Contoh perisian yang mengunakan bahasa pengaturcaraan kekangan ialah ILOG Solver (Puget dan Albert, 1994a)
“Pengunaan objek amat meluas, terutama dalam pengaturcaraan kepintaran buatan (Puget dan Albert, 1994b)
b.      Rujukan bagi bahan yang diambil selain daripada buku
(i)     Jurnal
Contoh Jurnal:
Herrington, A.J (1998). The Prototype as a construct in abnormal psychology. Journal of Abnormal Psychology, 90, 575-585
Cara menulis dalam teks:
Menurut, Herrington (1998)……………
(ii)   Tesis
Contoh tesis:
Fadilah Kamsah (2000). Kesedaran IT di kalangan Kakitangan awam: Satu Tinjauan. Unpublished thesis. UiTM: Fakulti Pengajian Maklumat.
Cara menulis dalam teks:
Fadilah Kamsah(2000), mengatakan bahawa……….
(iii)  Bahan dari Laman Web
Contoh Web:
Clinton, J.E.(1999 september). Malaysia justice on trial. E. Journal. 4(4):12-15. Retrieved October 21, 2000, from the World Wide Web: http://www@babyrib.clnt.gov.com 
Cara menulis dalam teks:
…………….(Clinton, 1999).

II.    Penulisan Bibliografi Gaya APA
Bibliografi ialah nama yang diberikan untuk senarai buku-buku, manuskrip dan dan lain-lain penerbitan yang dirujuk , diterang dan disusun secara sistematik. Ia terdapat dibahagian belakang akhiran sesebuah penerbitan bercetak. Penulisan bibliografi perlu mengikut format seperti berikut:
(i)     Mengikut turutan abjad
(ii)   Mengikut aturan yang dimulakan dengan nama pengarang, tahun terbit, tajuk, tempat terbit dan penerbit
(iii) Baris kedua dan seterusnya ditulis ke tengah (1 tab)
(iv) Berikut ialah contoh-contoh bibliografi mengikut kaedah APA
Bahan bercetak:
aa. Buku: Tiada Pengarang
A World of Strangers: Order and action in urban public space.(1999).2nd.ed. New York: Basic Books.
bb. Buku:Seorang pengarang
Lofland, L.(1999). A World of Strangers: Order and action in urban public space. New York: Basic Books.
cc. Buku : Dua Pengarang
Lofland, L & Taylor, I (1999). The New Criminalogy: For a social theory of deviance. New York: Harper & Row
dd. Buku: Tiga Pengarang
Lofland,L., Young, J. & Taylor, I (1999).The new criminology: For a social theory of deviance. New York: Harper & Row
ee. Buku: Lebih dari tiga Pengarang
Lofland, L., et.al (1999). The new criminology : for a social theory of deviance. New York: Harper & Row.
f.f. Buku Terjemahan
Rank. O. (1932). Psychology and the soul ( William Turner, Trans.) Philadephia: University of Pennsylavania Press.
gg. Buku dikarang oleh Badan Korporat
Commision on intergoverment relations (1995). Report to the President. Washington, DC: Author. Committee of public finance. (1999). Public Finance. New York:Pitman
hh. Buku Yang disunting
Friedman, R.J., & Katz, M.M. (Eds.) (1974). The psychology of depression: Contemporary theory and research. New York:Wiley.
i.        Manuskrip yang tidak diterbitkan
Hardison, R. (1983).On the shoulders of giant. Unpublished manuscript[7]

BAB III
PENUTUP
Kesimpulan:
Bibliografi ialah nama yang diberikan untuk senarai buku-buku, manuskrip dan dan lain-lain penerbitan yang dirujuk , diterang dan disusun secara sistematik. Ia terdapat dibahagian belakang akhiran sesebuah penerbitan bercetak.
Dengan demikian tujuan bibliofrafi adalah untuk mengetahui adanya suatu buku/pustaka atau sejumlah buku/pustaka yang pernah diterbitkan
Suatu deskripsi bibliografi biasanya terdiri dari :
aa. Judul : berisi judul artikel atau judul buku yang akan dideskripsikan
bb. Kepengarangan : berisi nama pengarang perorangan atau pengarang badan korporasi
cc. Sumber : berisi judul jurnal, judul prosiding, atau judul buku dimana informasi tersebut berada.
dd. Data terbitan (impresium): berisi data tentang kota terbit, nama terbit, dan tahun terbit
ee.  Keterangan fisik buku (kolasi), yang berisi halaman lokasi artikel ditemukan.
f.       Keterangan informasi, seperti abstrak
gf. Keterangan tambahan, seperti lokasi rak penyimpanan, kode call number, perpustakaan pemilik bahan pustaka, dan sebagainya.





DAFTAR PUSTAKA
Amani, Penulisan Bibliografi Formmat APA system. http://amaniresearch.blogspot.com/ diakses pada Minggu, 9 Juni 2013, pukul 14.23 WIB
Sulisttyo Basuki, Pengantar Ilmu Perpustakaan. Jakarta: Gramedia Pustaka, 1993
Wikipedia, Bibliografi. http://id.wikipedia.org/ diakses pada Senin, 10 Juni 2013, pukul 22.09 WIB
http://www.pemustaka.com/ diakses pada Minggu, 9 Juni 2013, pukul 14.25 WIB
http://perpustakaan.narotama.ac.id diakses pada Senin, 10 Juni 2013, pukul 21.06 WIB
http://www.sciencebuddies.org/ diakses pada Minggu, 9 Juni 2013, pukul 12.43 WIB


[2] Sulisttyo Basuki, Pengantar Ilmu Perpustakaan,( Jakarta: Gramedia Pustaka, 1993) hal. 421
[7] Amani, Penulisan Bibliografi Formmat APA system. http://amaniresearch.blogspot.com/ diakses pada Minggu, 9 Juni 2013, pukul 14.23 WIB

Tidak ada komentar:

Posting Komentar