Jumat, 14 Februari 2014

Judul-judul Skripsi Ilmu Perpustakaan dan Informasi

Di bawah ini merupakan contoh Judul-judul Skripsi Jurusan Ilmu Perpustakaan dan Informasi. Silahkan baca, mudah-mudahan bisa menjadi inspirasi untuk menemukan judul yang terkait atau judul baru dalam menyelesaikan tugas SKRIPSI anda :
  1. TANGGAPAN PEMUSTAKA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA BAGIAN PELAYANAN SIRKULASI DI PERPUSTAKAAN UMUM DAERAH KABUPATEN BANTUL
  2. EVALUASI LITERATUR DENGAN MENGGUNAKAN ANALISIS SITIRAN TERHADAP SKRIPSI JURUSAN MANAJEMEN HUTAN TAHUN 2008 DI PERPUSTAKAAN FAKULTAS KEHUTANAN UGM
  3. PERSEPSI PEMUSTAKA TERHADAP KUALITAS PELAYANAN SIRKULASI DI KANTOR PERPUSTAKAAN UMUM KABUPATEN KULON PROGO
  4. PENGARUH PENDIDIKAN PEMAKAI TERHADAP PEMANFAATAN PERPUSTAKAAN DI PERPUSTAKAAN PERINTIS SMAN 11 YOGYAKARTA
  5. DAMPAK IMPLEMENTASI MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH BAGI PENGEMBANGAN PERPUSTAKAAN SEKOLAH
  6. PERSEPSI PENGGUNA TERHADAP PELAYANAN SIRKULASI DI UPT PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
  7. PENGARUH SIKAP ORANG TUA TERHADAP MINAT BACA SISWA DI SMP NEGERI 1 TEMPEL YOGYAKARTA
  8. MANAJEMEN KOLEKSI DEPOSIT BADAN PERPUSTAKAAN DAN ARSIP DAERAH PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
  9. EVALUASI PENCAHAYAAN RUANG PERPUSTAKAAN DI MADRASAH MU’ALLIMIN MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA
  10. ANALISIS KEBISINGAN PADA RUANG BACA BADAN PERPUSTAKAAN DAN ARSIP DAERAH PROPINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA (SEBUAH KAJIAN DENGAN PENDEKATAN ERGONOMI)
  11. TATA RUANG PERPUSTAKAAN PUSAT PENGEMBANGAN, PEMBERDAYAAN, PENATARAN, PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN SENI DAN BUDAYA YOGYAKARTA
  12. ANALISIS KEBUTUHAN PEMUSTAKA TERHADAP PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS WIDYA DHARMA KLATEN
  13. HUBUNGAN MINAT BACA KARBOL TERHADAP PRESTASI PENULISAN ILMIAH DI AKADEMI ANGKATAN UDARA YOGYAKARTA
  14. STRATEGI PEMBERDAYAAN KANTOR ARSIP DAN PERPUSTAKAAN DAERAH KOTA YOGYAKARTA DALAM MENINGKATKAN MINAT BACA MASYARAKAT
  15. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MINAT BACA SISWI MADRASAH ALIYAH WAHID HASYIM YOGYAKARTA YANG MENETAP DI ASRAMA
  16. PENGARUH KEBIASAAN MENONTON TELEVISI TERHADAP MINAT BACA SISWA KELAS VIII A DAN VIII B DI MTsN SEYEGAN SLEMAN
  17. PERSEPSI SISWA TERHADAP PERPUSTAKAAN DALAM MENUNJANG PROSES BELAJAR MENGAJAR SD 3 KADIPIRO KABUPATEN BANTUL YOGYAKARTA
  18. EVALUASI KETERPAKAIAN KOLEKSI UMUM DI PERPUSTAKAAN SMA NEGERI I KOTA MUNGKID KABUPATEN MAGELANG
  19. KEMANFAATAN KOLEKSI TERBITAN BERSERI DI PERPUSTAKAAN UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA MENURUT PERSEPSI PENGGUNA
  20. PEMANFAATAN INTERNET OLEH PENGGUNA DI PERPUSTAKAAN DAERAH KABUPATEN SLEMAN YOGYAKARTA
  21. STUDI TENTANG PELAYANAN SIRKULASI DI UPT PERPUSTAKAAN UNIT II UNIVERSITAS AHMAD DAHLAN YOGYAKARTA
  22. PERSEPSI MAHASISWA TERHADAP PELAYANAN SIRKULASI DI PERPUSTAKAAN POLITEKNIK SENI DAN BUDAYA YOGYAKARTA
  23. EVALUASI TINGKAT KETERPAKAIAN KOLEKSI PERPUSTAKAAN KELILING DI BADAN PERPUSTAKAAN DAERAH PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
  24. TANGGAPAN PENGGUNA TERHADAP DESAIN INTERIOR RUANG BACA UMUM PERPUSTAKAAN DAERAH KABUPATEN BANTUL YOGYAKARTA
  25. HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI PENGGUNA TERHADAP PELAYANAN SIRKULASI DENGAN PEMANFAATAN KOLEKSI DI PERPUSTAKAAN
  26. PEMBERDAYAAN TENAGA FUNGSIONAL PUSTAKAWAN DI BADAN PERPUSTAKAAN DAERAH PROVINSI JAWA BARAT
  27. STUDI TENTANG PELESTARIAN BAHAN PUSTAKA DI PERPUSTAKAAN UMUM KABUPATEN BANTUL
  28. PENGARUH NILAI-NILAI KEISLAMAN TERHADAP PERILAKU ETIKA PROFESI PUSTAKAWAN MENURUT IKATAN PUSTAKAWAN INDONESIA (IPI) DI BADAN PERPUSTAKAAN DAERAH PROPINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
  29. ANALISIS PEMENUHAN KEBUTUHAN PEMUSTAKA DI PERPUSTAKAAN SMA NEGERI 2 YOGYAKARTA
  30. PEMANFAATAN INTERNET DI PERPUSTAKAAN UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA SEBAGAI SARANA PENUNJANG PROSES PEMBELAJARAN BAGI MAHASISWA UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA
  31. PERILAKU PENGGUNA DALAM MENELUSUR INFORMASI DI BADAN PERPUSTAKAAN DAERAH PROPINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA TAHUN 2010
  32. KAJIAN PERPUSTAKAAN SMA NEGERI SE-BANTUL KOTA (TINJAUAN DARI PEDOMAN UMUM PENYELENGGARAAN PERPUSTAKAAN SEKOLAH)
  33. PERSEPSI PEMUSTAKA TERHADAP LAYANAN MANDIRI DALAM SISTEM PEMINJAMAN DAN PENGEMBALIAN KOLEKSI DI PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA
  34. PEMANFAATAN INTERNET OLEH PENELITI PADA BALAI PENELITIAN dan PENGEMBANGAN GANGGUAN AKIBAT KEKURANGAN IODIUM MAGELANG
  35. PENGARUH DESAIN SAMPUL TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN BUKU DI TOKO BUKU GRAMEDIA AMBARUKMO PLAZA YOGYAKARTA TAHUN 2008
  36. EVALUASI KETERSEDIAAN KOLEKSI DI PERPUSTAKAAN SMA NEGERI 5 YOGYAKARTA
  37. PERANAN BADAN PERPUSTAKAAN DAERAH PROVINSI JAWA BARAT DALAM MENUMBUHKAN MINAT BACA ANAK
  38. ANALISIS TATA RUANG SIRKULASI PERPUSTAKAAN UNIT II UNIVERSITAS AHMAD DAHLAN YOGYAKARTA
  39. KEBIJAKAN PENYIANGAN KOLEKSI DI BADAN PERPUSTAKAAN DAERAH PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
  40. KUALITAS PELAYANAN INTERNET BAGI PENGGUNA DI PERPUSTAKAAN UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA TAHUN 2008 (STUDI TENTANG EFEKTIVITAS)
  41. PEMANFAATAN KOLEKSI BUKU TEKS PELAJARAN PADA PERPUSTAKAAN MADRASAH ALIYAH NEGERI YOGYAKARTA III SEBAGAI SUMBER BELAJAR SISWA KELAS XI TAHUN AJARAN 2008/2009
  42. SARANA INFORMASI BERBASIS ONLINE MENGGUNAKAN PHP DAN MYSQL (PERANCANGAN WEBSITE MAPALASKA UIN SUNAN KALIJAGA)
  43. PERANAN PUSTAKAWAN DALAM MEWUJUDKAN KINERJA PERPUSTAKAAN DI PERPUSTAKAAN PUSAT PENGEMBANGAN DAN PEMBERDAYAAN PENDIDIKAN DAN TENAGA KEPENDIDIKAN SENI DAN BUDAYA YOGYAKARTA
  44. PERSEPSI SISWA TERHADAP KUALITAS PELAYANAN SIRKULASI DI PERPUSTAKAAN SMA N I PRAMBANAN
  45. EVALUASI KETERSEDIAAN KOLEKSI MATA PELAJARAN UMUM DALAM KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR DI PERPUSTAKAAN MTs N PANGANDARAN JAWA BARAT
  46. HUBUNGAN PELAYANAN SIRKULASI DENGAN MINAT KUNJUNGAN PENGGUNA PADA PERPUSTAKAAN SEKOLAH TINGGI PEMBANGUNAN MASYARAKAT DESA
  47. FIHRIS SEBAGAI SARANA INFORMASI DI JURUSAN ILMU PERPUSTAKAAN DAN INFORMASI FAKULTAS ADAB UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA. (SEBUAH PERANCANGAN MEDIA ONLINE)
  48. EVALUASI KONSEP INTERAKSI MANUSIA DAN KOMPUTER PADA ANTAR MUKA SISTEM OTOMASI LABORATORIUM PERPUSTAKAAN OPENBIBLIO FAKULTAS ADAB UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA
  49. PENGARUH TUNJANGAN FUNGSIONAL PUSTAKAWAN DAN BATAS USIA PENSIUN YANG LEBIH TINGGI TERHADAP MOTIVASI PETUGAS PERPUSTAKAAN DI LINGKUNGAN UNIT PENUNJANG UNIVERSITAS (UPU) PERPUSTAKAAN UGM UNTUK MENJADI PUSTAKAWAN
  50. PERSEPSI PENGGUNA TERHADAP KUALITAS LAYANAN ARSIP BERITA DIGITAL DALAM MEMENUHI KEBUTUHAN WARTAWAN TEMPO
  51. EVALUASI KETERPAKAIAN KOLEKSI LITERATUR ANAK DI BADAN PERPUSTAKAAN DAERAH PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA TAHUN 2007
  52. STUDI TENTANG LAYANAN INTERNET DI BADAN PERPUSTAKAAN DAERAH PROPINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA (UNIT BADRAN I)
  53. PERILAKU PEMAKAI TUNA NETRA DALAM MENGAKSES INFORMASI MENGGUNAKAN SCREEN READER JAWS (Job Access With Speech) DI RUMAH BACA DRIA MANUNGGAL YOGYAKARTA
  54. PERSEPSI STAF TENTANG PENGARUH PEMBERDAYAAN SUMBER DAYA MANUSIA, KOMPENSASI, DAN LINGKUNGAN KERJA FISIK, TERHADAP PRESTASI KERJA SUMBER DAYA MANUSIA PADA PERPUSTAKAAN INSTITUT SENI INDONESIA YOGYAKARTA
  55. PENGARUH PENDIDIKAN PENGGUNA TERHADAP PERILAKU PENELUSURAN INFORMASI PENGGUNA UPT PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
  56. PERAN PERPUSTAKAAN MAN GANDEKAN BANTUL SEBAGAI PENUNJANG KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR
  57. PEMANFAATAN BAHASA ALAMI DALAM PENELUSURAN INFORMASI ILMIAH BIDANG ILMU PERPUSTAKAAN DAN INFORMASI
  58. PENGARUH PENGOLAHAN BAHAN PERPUSTAKAAN TERHADAP KEPUASAN PEMAKAI DI BADAN PERPUSTAKAAN DAERAH PROPINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
  59. PEMANFAATAN KOLEKSI PERPUSTAKAAN PADA SISTEM E-LEARNING KLASIBER DI FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA YOGYAKARTA
  60. ANALISIS TINGKAT KETERPAKAIAN KOLEKSI PADA TESIS MAHASISWA PROGRAM STUDI PENELITIAN DAN EVALUASI PENDIDIKAN TAHUN 2006
  61. EVALUASI KETERPAKAIAN KOLEKSI BUKU BERDASARKAN DATA STATISTIK SIRKULASI DI UPTD PERPUSTAKAAN DINAS PENDIDIKAN KOTA MAGELANG
  62. EVALUASI PEMANFAATAN DAN KETERSEDIAAN KOLEKSI DENGAN MENGGUNAKAN ANALISIS SITASI TERHADAP TESIS PROGRAM MAGISTER TEKNIK SIPIL UII TAHUN 2007 DI PERPUSTAKAAN PMTS FTSP UII YOGYAKARTA
  63. HUBUNGAN PENGETAHUAN KEPERPUSTAKAAN DENGAN KREATIVITAS GURU DALAM MENGELOLA PERPUSTAKAAN SD DI KECAMATAN BANGUNTAPAN KABUPATEN BANTUL YOGYAKARTA
  64. HUBUNGAN MOTIVASI ORANG TUA DAN MINAT BACA PADA SISWA KELAS SBI (SEKOLAH BERTARAF INTERNASIONAL) SMP N I BANTUL
  65. PENGARUH ANALISIS KEBUTUHAN PENGGUNA (NEED ASSESMENT) TERHADAP PENGEMBANGAN KOLEKSI PERPUSTAKAAN PONDOK PESANTREN AL-MUNAWWIR KOMPLEK Q KRAPYAK YOGYAKARTA
  66. PERILAKU SANTRI DALAM MENELUSUR INFORMASI DI PERPUSTAKAAN A. WAHID HASYIM PONDOK PESANTREN TEBUIRENG JOMBANG
  67. PERANAN PERPUSTAKAAN TERHADAP PENDIDIKAN NON FORMAL MASYARAKAT DI KAUMAN YOGYAKARTA
  68. PEMANFAATAN JURNAL ELEKTRONIK SEBAGAI SUMBER BELAJAR MAHASISWA DI UPT PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
  69. KINERJA LAYANAN PERPUSTAKAAN KELILING BADAN PERPUSTAKAAN DAERAH PROPINSI DAERAH
  70. PENGARUH MUSIK TERHADAP KENYAMANAN MEMBACA PENGGUNA PERPUSTAKAAN FAKULTAS BAHASA DAN SENI UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
  71. KETERSEDIAAN KOLEKSI BUKU TEKS PERPUSTAKAAN SEKOLAH SMA MUHAMMADIYAH 2 YOGYAKARTA MENURUT SILABI KURIKULUM KTSP
  72. PANDANGAN SELEKTOR PADA TAHUN 2005-2006 DI BADAN PERPUSTAKAAN DAERAH PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA TERHADAP BUKU-BUKU KIRI: STUDI KASUS BUKU-BUKU PRODUK PENERBIT RESIST BOOK
  73. PENGAWASAN YASMA DALAM UPAYA MENINGKATKAN KUALITAS KINERJA SUMBER DAYA MANUSIA PERPUSTAKAAN MASJID SYUHADA YOGYAKARTA
  74. ANALISIS FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB KERUSAKAN BAHAN PUSTAKA DI PERPUSTAKAAN MUSEUM SONOBUDOYO YOGYAKARTA
  75. STUDI TENTANG PEMANFAATAN INTERNET BAGI PENGGUNA DI KANTOR ARSIP DAN PERPUSTAKAAN KABUPATEN SUMENEP JAWA TIMUR
  76. SARANA DAN PRASARANA DI LEARNING RESOURCE CENTER PUSAT BAHASA, BUDAYA DAN AGAMA UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA
  77. EFEKTIFITAS LAYANAN PEPUSTAKAAN KELILING DI KOTA SURABAYA
  78. KEGIATAN PENGEMBANGAN KOLEKSI DI KANTOR ARSIP DAN PERPUSTAKAAN KABUPATEN INDRAMAYU ( Studi Field Research Mengenai Kegiatan Pengembangan Koleksi Perpustakaan di Kantor Arsip dan Perpustakan Kabupaten Indramayu)
  79. PERANAN PERPUSTAKAAN DALAM MENINGKATKAN PERINGKAT DUNIA UNIVERSITAS SUMATERA UTARA BERDASARKAN PERANGKINGAN WEBOMETRICS STUDI DESKRIPTIF PADA SITUS WEB PERPUSTAKAAN USU
  80. PENDAYAGUNAAN LAYANAN INTERNET DI PERPUSTAKAAN UNINUS DALAM MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MAHASISWA
  81. PENGARUH PENERAPAN ILMU SEMIOTIKA TERHADAP KEMUDAHAN TEMU KEMBALI KOLEKSI BAGI SISWA DI PERPUSTAKAAN SEKOLAH NASIONAL TIGA BAHASA BUDI UTAMA YOGYAKARTA

Rabu, 12 Februari 2014

Perpustakaan Tanoh Abee


Ummi Hanya butuh perhatian Pemerintah Aceh
Sejak 600 tahun lalu perpustakaan ini dikelola secara turun menurun, perpustakaan ini terletak di kaki gunung Seulawah yang berjarak sekitar 42 km ke arah Timur Kota Banda Aceh, atau sekitar 7 km ke pedalaman sebelah Utara ibuk ota Kec. Seulimum. Mulai dari pendirinya Syeh Fairus Al-Baghdady pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda, diteruskan oleh seorang anaknya bernama Syeh Nayan. Kemudian Syeh Nayan ini mewariskan kembali perpustakaan tersebut sekaligus pesantrennya bernama Syeh Abdul Hafidh. Selanjutnya beralih ke tangan Syeh Abdurrahim, yang menurut catatan sejarah, Syeh Abdurrahim termasuk pewaris pesantren Tanoh Abee yang sangat banyak mengumpulkan naskah-naskah kuno untuk menjadi koleksi perpustakaan. Dari Syeh Abdurrahim perpustakaan dan pesantren ini diwarisi oleh Syeh Muhammad Saleh. Diteruskan oleh anaknya Syeh Abdul Wahab. Kemudian Syeh Muhammad Sa’id. Dari Muhammad Sa’id pesantren ini diurus oleh Teungku Muhammad Ali, hingga kemudian jatuh kepada pewaris terakhir sekarang ini, yaitu Al-Fairusy, sebagai pewaris urutan ke-9.
Semasa perang Aceh melawan Belanda dari tahun 1873-1913 M, Dayah ini Tanoh Abee tersohor sebagai salah satu tempat konsentrasi laskar Aceh. Uniknya dari perpustakaan ini adalah Abu Tanoh Abee yang diteruskan oleh pihak keluarga. Di dalam dayah ini tersimpan banyak karya-karya klasik ulama-ulama nusantara bahkan Timur Tengah, yang semuanya itu disalin kembali oleh Abu Tanoh Abee. Manuskrip-manuskrip kuno itu berjumlah 6000 judul kitab.
Sebagiannya ada yang dicuri oleh Belanda ketika perang berkecamuk, rusak akibat tersimpan lama di gua saat kitab-kitab ini disimpan agar tidak di curi oleh Belanda dan banyak juga yang terbakar akibat perang, dan saat ini banyak sekali mauskrip-manuskrip yang rusak dan di makan rayap. Sebagian kitab-kitab itu juga sempat di simpan di sebuah dayah di Bitai. Akan tetapi akibat Tsunami, kitab kuno itu pun lenyap karena gelombang Tsunami.
Perpustakaan ini merupakan tempat penyimpanan buku-buku dan catatan peninggalan ulama-ulama Aceh zaman dahulu, yang ditulis dalam bahasa Arab. Judul buku yang telah ditulis ini sebanyak 3.000 sampai dengan 4000 judul, yang kesemuanya itu ditulis tangan, yaitu ilmu pengetahuan tentang Islam, Sejarah dan kebudayaan Aceh dari abad 16 hingga 19 M. Perpustakaan Tanoh Abee terletak di dalam kompleks Pesantren Tanoh Abee yang didirikan oleh keluarga Fairus yang hampir mencapai klimaks kejayaannya pada masa pimpinan Syeh Abdul Wahab yang dikenal dengan Teungku Chik Tanoh Abee. Beliau meninggal pada tahun 1894 dan dimakamkan di Tanoh Abee. Pengumpulan naskah (manuskrip) Dayah Tanoh Abee telah dimulai sejak Syekh Abdul Rahim, kakek dari Syekh Abdul Wahab. Naskah yang terakhir ditulis pada masa Syekh Muhammad Sa’id, anak Syekh Abdul Wahab yang meninggal dunia pada tahun 1901 di Banda Aceh, dalam tahanan Belanda. Perpustakaan ini banyak dikunjungi wisatawan baik domestik maupun mancanegara. Namun, apa penyebab karya-karya ulama itu tidak boleh dibaca bahkan dipegang oleh orang lain?
Menurut Ummi, hal ini sudah menjadi wasiat Alm. Abu Tanoh Abee. Bahkan ada kitab yang berada satu lemari didalam perpustakaan itu tidak boleh dirawat atau dibersihkan oleh oleh keluarga beliau. Saat ini kitab-kitab itu sudah ditangani oleh pihak PKPM dan dari sebuah lembaga yang berada di Jepang. Kitab-kitab tersebut dibawa ke Jepang, demi menjaga manuskrip-manuskrip kuno itu, yaitu untuk dicetak dan disalin ulang tanpa mengubah isi untuk menjaga dari kerusakan-kerusakan oleh usia dan rayap. Di perpustakaan ini banyak sekali terdapat tulisan Syech Babah Daud yang menulis kitab Masailah Mu’tadin. Sejauh menyangkut naskah Aceh, persentuhan tradisi tulis dengan proses islamisasi yang terjadi pada masa yang sangat awal di Aceh juga telah membentuk karakteristik dan kekhasannya. Khazanah naskah Aceh menjadi sangat kental dan cenderung identik dengan khazanah keislam­an, terutama karena banyaknya naskah-naskah keagamaan karangan para penulis yang notabene adalah tokoh agama atau ulama terkemuka pada masanya, seperti Hamzah Fansuri, Syamsuddin Al-Sumatra’i, Nurudin Al-Raniry, Abdurauf ibn Ali al-Jawi al-Fansuri, Muhammad Zain anak Fakih Jalaludin, Teungku Khatib Langgien, dan masih banyak tokoh lainnya.
“Ada 400 judul yang sudah di Retorasi, jadi hanya sebahagian kecil yang dari seluruh koleksi yang sudah di Retorasi. Perbaikan koleksi dan Pengkatalogan koleksi pun di lakukan oleh orang Jepang, ada 3 katalog yaitu Buku ke 1, Buku ke 2 dan Buku 3. Nah buku katalog ke 3 ini yang semuanya berjumlah 280 bundel naskah yang terdiri dari 367 teks, Semua teks itu dipilah-pilah berdasarkan kategori kandungan isinya, yaitu: Ilmu al-Quran sebanyak 7 teks, Hadis sebanyak 14 teks, Tafsir sebanyak 16 teks, Tasawuf, sebanyak 55 teks, Tauhid sebanyak 54 teks, Logika sebanyak 4 teks, Ushul Fikih sebanyak 2 teks, Sejarah sebanyak 10 teks, Zikir dan Doa sebanyak 17, Fikih sebanyak 99 teks, Tatabahasa sebanyak 78 teks, dan lain-lain sebanyak 11 teks.
Masih banyak tersisa koleksi-koleksi yang tidak di perhatikan, dan ini membuat ketakutan akan musnahnya manuskrip-manuskrip yang ada di perpustakaan itu. Melihat prosentasi kategori naskah di atas, jelas kita punya gambaran bahwa koleksi naskah Dayah Tanoh Abee ini sangat kental karakteristik agamanya, sehingga penelitian atasnya tidak cukup dengan mengandal­kan pendekatan sastra saja, melainkan juga harus ditempatkan dalam kon­teks kajian keislaman.” ujar Khairul (kata santri yang memandu kami).
Kunjungan itu membuat saya terheran nyata disaat Ummi mengatakan: “Saya tidak minta kerjasama, saya tidak butuh uang, tidak butuh mobil untuk hal ini karena saya punya semua, saya hanya ingin imbalan yaitu saya butuhkan adalah perhatian pemerintah atas perpustakaan ini. Karena apa, saya sangat benci semua orang Jakarta, Medan, dan khususnya orang Aceh sendiri yang datang kesini, mereka hanya ingin informasi saja untuk tugas-tugas  penelitian mereka, baik yag Profesor, Doktor, maupun Sarjana. Hal ini sangat membosankan bagi saya, karena tidak menghasilkan apa-apa untuk saya. Setelah mereka membuat penelitian dan mendapatkan informasi dari saya mereka menghilang tanpa berterimakasih atau memberikan imbalan, padahal saya sudah banyak meluangkan waktu untuk mereka, pekerjaan rumah saya tinggalkan. Sekarang saya hanya melayani orang-orang luar yang sudah diwasiatkan oleh Alm. Abu sebelum meninggal, seperti Malaysia, Jepang. Kenapa orang malaysia dan jepang, ini dikarenakan, mereka lah yang membantu dan banyak menyumbangkan uang atau bantuannya kepada kami, dulu semasa Abu sakit jantung dan dirawat di Penang. Hanya orang malaysia yang membiayai semua dana operasi dan pengobatan Abu sampai selesai. Dan yang sangat mengecewakan hati saya adalah Pemerintah Aceh yang tidak peduli sama sekali, ini lah yang membuat saya malas dan tidak suka dengan orang Aceh walaupun saya sendiri juga orang Aceh. Kalau seperti ini terus menerus, Pemerintah kurang memperhatikan, lebih baik semua koleksi ini saya bakar atau menunggu tembok runtuh untuk musnahkan, karena saya tidak mendapatkan apa-apa. Buat apa saya capek menjaga dan melayani semua orang yang datang untuk mendapatkan informasi kalau saya tidak mendapatkan imbalan, karena ini koleksi ini menggangu pekerjaan saya sehari-hari, baik dari kegiatan memasak hingga pekerjaan rumah tangga lainnya.” ujar Hj. Rumani (Ummi, istri Abu Tanoh Abee).

Inilah sepenggal harapan Ummi saat ini. Nah dalam hal ini, dapat kita simpulkan bahwa, Siapkah kita kehilangan semua manuskrip dan koleksi itu ? Jika pemerintah masih saja cuek dengan hal ini, apa yang akan kita lakukan ? harapan kita adalah pemerintah segera memperhatikan hal ini, agar semua manuskrip itu tidak musnah.





Bibliografi


BAB I
PENDAHULUAN
Bibliografi berasal dari bahasa Yunani dengan akar kata Biblion: yang berarti
buku dan Graphein: yang berarti menulis, maka kata Bibliografi secara harfiah berarti
penulisan buku. Dalam hal ini maka bibliografi berarti kegiatan teknis membuat deskripsi untuk suatu cantuman tertulis atau pustaka yang telah diterbitkan, yang tersusun secara sistematik berupa.. daftar menurut aturan yang dikehendaki. Dengan demikian tujuan bibliofrafi adalah untuk mengetahui adanya suatu buku/pustaka atau sejumlah buku/pustaka yang pernah diterbitkan.
APA American Psychological Association) bentuk ini sering digunakan untuk mengutip sumber-sumber dalam ilmu social. Sumber daya ini direvisi 6 tahun yang lalu sesuai dengan edisi setakan kedua dari APA, kutipan dalam teks, catatan akhir/catatan kaki, dan halaman referensi. Pedoman APA tentukan menggunakan kapitalisasi kalimat-gaya untuk judul buku atau artikel, sehingga Anda harus memanfaatkan hanya kata pertama dari judul dan subjudul. Pengecualian untuk aturan ini akan menjadi judul berkala dan nama yang tepat dalam judul yang masih harus dikapitalisasi. The berkala Judul dijalankan dalam kasus judul, dan diikuti oleh nomor volume yang, dengan judul, juga dicetak miring. Jika ada lebih dari satu penulis, gunakan ampersand (&) sebelum nama penulis terakhir. Jika ada lebih dari enam penulis, daftar hanya yang pertama dan penggunaan et al . untuk sisanya.[1]


BAB II
PEMBAHASAN
A.    Pengertian Bibliografi
Kata bibliografi berasal dari bahasa Yunani dengan akar kata Biblion: yang berarti
buku dan Graphein: yang berarti menulis, maka kata Bibliografi secara harfiah berarti
penulisan buku[2].
Dalam hal ini maka bibliografi berarti kegiatan teknis membuat deskripsi untuk suatu cantuman tertulis atau pustaka yang telah diterbitkan, yang tersusun secara sistematik berupa.. daftar menurut aturan yang dikehendaki.
Dengan demikian tujuan bibliofrafi adalah untuk mengetahui adanya suatu buku/pustaka atau sejumlah buku/pustaka yang pernah diterbitkan.[3]
B.     Unsur-Unsur Bibliografi dan Contoh Penulisannya
a.       Nama Pengarang, yang dikutip secara lengkap.
b.      Judul Buku, termasuk judul tambahannya.
c.       Data Publikasi: penerbit, tempat terbit, tahun terbit, cetakan ke berapa, nomor jilid
buku dan tebal (jumlah halaman) buku tersebut.
d.      Untuk sebuah artikel diperlukan pula judul artikel yang bersangkutan, nama majalah,
atau surat kabar, tanggal dan tahun.[4]

C.    Penyusunan Bibliografi
a.       Nama pengarang diurutkan berdasarkan urutan abjad.
b.      Jika tidak ada nama pengarang, judul buku atau artikel yang dimasukkan dalam urutan
abjad.
c.       Jika untuk seorang pengarang terdapat lebih dari satu bahan refrensi, untuk refrensi
kedua dan seterusnya, nama pengarang tidak diikutsertakan, tetapi diganti dengan
garis sepanjang 5 atau 7 ketikan.
d.      Jarak antara baris dengan baris untuk satu refrensi adalah satu spasi. Namun, jarak
antara pokok dengan pokok lain adalah dua spasi.
e.       Baris pertama dimulai dari margin kiri. Baris kedua dan seterusnya dari tiap pokok
harus dimasukkan ke dalam sebanyak tiga atau empat ketikan.

D.    Jenis-Jenis Bibliografi
Jenis bibliografi yang dihasilkan dalam pembuatan publikasi sekunder akan tergantung pada jenis pustaka yang akan didaftar. Misalnya akan dibuat daftar yang berasal dari deskripsi katalog buku yang dimiliki perpustakaan, maka daftar tersebut dapat dinamakan daftar katalog. Sementara jika daftar yang disusun berdasarkan judul artikel suatu majalah, maka daftar tersebut dapat disebut daftar isi.
Dari segi cara penyajian dan uraian deskripsinya, bibliografi dibagi menjadi:
1.      Bibliogrfi deskriptif
Yaitu bibliografi yang dilengakapi deskripsi singkat yang didapat dari gambaran fisik
yang tertera atau tertulis dalam bahan pustaka. Seperti judul buku atau majalah, judul
artikel, nama pengarang, data terbitan (impresium), kolasi serta abstrak
yang tertulis.
2.      Bibliografi evaluatif:
Yaitu bibliografi yang dilengkapi dengan evaluasi tentang suatu bahan pustaka.
Evaluasi ini biasanya mencakup penilaian terhadap isi suatu bahan pustaka atau
artikel.

E.     Cakupan Bibliografi
Dari segi cakupanya, bibliografi dapat dibagi menjadi:
1.      Bibliografi retrospektif
Yaitu jenis bibliografi yang mencatat bahan pustaka yang telah diterbitkan pada jaman
yang lampau. Misalnya “Bibliografi Sejarah Perang Dipenogoro”
2.      Bibliografi terkini/current
Yaitu jenis bibliografi yang mencatat terbitan yang sedang atau masih terbit saat ini. Contohnya Ulrich’s International Periodicals Directory.
3.      Bibliografi selektif
Yaitu jenis bibliografi yang mencatat terbitan tertentu dengan tujuan tertentu. Misalnya “Buku bacaan terpilih untuk anak usia pra sekolah”.
4.      Bibliografi Subjek
Yaitu jenis bibliografi yang mencatat bahan pustaka atau artikel pada bidang ilmu dan
subjek tertentu. Misalnya “Bibliografi khusus ternak kelinci”.


5.      Biliografi Nasional
Yaitu jenis bibliografi yang mencatat terbitan suatu negara atau daerah regional tertentu. Contohnya “Bibliografi Nasional Indonesia”.[5]
Penentuan cakupan/topik suatu bibliografi ditentukan berdasarkan berbagai
pertimbangan antara lain :
a.       Permintaan pengguna
b.      Topik yang sedang berkembang atau yang banyak diperlukan saat itu
c.       Dokumentasi koleksi yang dimiliki
d.      Mandat instansi

F.     Bagian-bagian Bibliografi
Suatu deskripsi bibliografi biasanya terdiri dari :
a.       Judul : berisi judul artikel atau judul buku yang akan dideskripsikan
b.      Kepengarangan : berisi nama pengarang perorangan atau pengarang badan korporasi
c.       Sumber : berisi judul jurnal, judul prosiding, atau judul buku dimana informasi tersebut berada.
d.      Data terbitan (impresium): berisi data tentang kota terbit, nama terbit, dan tahun terbit
e.       Keterangan fisik buku (kolasi), yang berisi halaman lokasi artikel ditemukan.
f.       Keterangan informasi, seperti abstrak
g.      Keterangan tambahan, seperti lokasi rak penyimpanan, kode call number, perpustakaan pemilik bahan pustaka, dan sebagainya.
G.    Manfaat Bibliografi
Pencatatan informasi mengenai koleksi perpustakaan dalam bentuk bibliografi dilakukan dengan berbagai alasan antara lain:
a.       Jumlah koleksi perpustakaan yang semakin meningkat bentuk dan bidang kajiannya
b.      Kebutuhan informasi para pengguna yang semakin beragam dan meningkat
jumlahnya
c.       Upaya untuk meningkatkan kualitas layanan penelusuran informasi yang cepat dan
tepat.
Oleh karena itu penyusunan suatu daftar bibliografi mempunyai fungsi utama untuk membantu pemakai mencari dan menelusuri informasi tertentu. Fungsi lain dari bibliografi adalah sebagai bagian dari jasa pelayanan perpustakaan kepada pemakai.
Dengan menerbitkan suatu bibliografi, pustakawan dapat menawarkan koleksinya kepada pemakai tanpa harus mengeluarkan seluruh koleksi yang dimilikinya, serta dapat menjangkau pengguna yang tinggal jauh dari perpustakaan.
Dengan demikian maka, bibliografi dapat digunakan sebagai:
a.       Bahan rujukan terhadap koleksi perpustakaan
b.      Daftar koleksi yang dimiliki perpustakaan
c.       Daftar informasi bahan pustaka mengenai suatu bidang kajian tertentu, dan
sebagainya.[6]

H.    Penulisan Bibliografi Format APA Sistem
I.       Penulisan Nota Rujukan
Rujukan yang dimasukkan dalam teks, samada sumber rujukan itu telah diterbitkan atau tidak hendaklah direkodkan. Sebagaimana sistem Harvard, menulis nota rujukan gaya APA juga mengambil kira sumber rujukan atau bahan samada buku, jurnal, tesis, laman Web dan sebagainya.
a.      Kaedah menulis nota rujukan bagi bahan yang diambil daripada buku
Apabila mengunakan sistem ini, rujukan dalam teks hendaklah ditulis atas nama utama pengarang sahaja (tanpa nama ringkasannya) seperti berikut:
(i)     Meletakkan tahun terbitan dalam kurungan selepas nama pengarang yang dirujuk. Contohnya:
“Menurut Brown (2005), salah satu faktor yang menyebabkan guru pendidikan khas meninggalkan bidang tersebut ialah kerana kurang menerima pengiktirafan”.
(ii)   Jika nama pengarang tidak perlu ditulis dalam ayat, maka tuliskan nama dan tahun dalam kurungan. Contoh:
“Oleh itu, kajian menunjukkan salah satu factor yang menyebabkan guru pendiddikan khas meninggalkan bidang tersebut ialah kerana kurang pengiktirafan (Brown, 2005)”
(iii)  Sekiranya bahan sumber yang dirujuk dihasilkan oleh dua pengarang, tuliskan nama kedua-dua pengarang. Contohnya:
“Mengikut Platt dan Olsen (1990) pula, sesuatu program pendidikan khas hanya akan dapat dilaksanakan dengan sempurna sekiranya guru-guru pendidikan khas menerima pengiktirafan daripada ibu bapa”
(iv)  Bagi tiga pengarang atau lebih, tuliskan et.al selepas nama pengarang pertama. Contoh:
“Antara suasana tugas yang dialami oleh guru pendidikan khas dalam program percantuman masalah pendengaran yang mungkin boleh memberi kesan kepada pencapaian akademik murid adalah pengiktirafan (Podemsky et.al, 1995)”
(v)   Gunakan huruf kecil (a,b,c), untuk mengenal pasti dua atau lebih penerbitan bagi pengarang yang sama dan dikeluarkan pada tahun yang sama. Contoh:
“Contoh perisian yang mengunakan bahasa pengaturcaraan kekangan ialah ILOG Solver (Puget dan Albert, 1994a)
“Pengunaan objek amat meluas, terutama dalam pengaturcaraan kepintaran buatan (Puget dan Albert, 1994b)
b.      Rujukan bagi bahan yang diambil selain daripada buku
(i)     Jurnal
Contoh Jurnal:
Herrington, A.J (1998). The Prototype as a construct in abnormal psychology. Journal of Abnormal Psychology, 90, 575-585
Cara menulis dalam teks:
Menurut, Herrington (1998)……………
(ii)   Tesis
Contoh tesis:
Fadilah Kamsah (2000). Kesedaran IT di kalangan Kakitangan awam: Satu Tinjauan. Unpublished thesis. UiTM: Fakulti Pengajian Maklumat.
Cara menulis dalam teks:
Fadilah Kamsah(2000), mengatakan bahawa……….
(iii)  Bahan dari Laman Web
Contoh Web:
Clinton, J.E.(1999 september). Malaysia justice on trial. E. Journal. 4(4):12-15. Retrieved October 21, 2000, from the World Wide Web: http://www@babyrib.clnt.gov.com 
Cara menulis dalam teks:
…………….(Clinton, 1999).

II.    Penulisan Bibliografi Gaya APA
Bibliografi ialah nama yang diberikan untuk senarai buku-buku, manuskrip dan dan lain-lain penerbitan yang dirujuk , diterang dan disusun secara sistematik. Ia terdapat dibahagian belakang akhiran sesebuah penerbitan bercetak. Penulisan bibliografi perlu mengikut format seperti berikut:
(i)     Mengikut turutan abjad
(ii)   Mengikut aturan yang dimulakan dengan nama pengarang, tahun terbit, tajuk, tempat terbit dan penerbit
(iii) Baris kedua dan seterusnya ditulis ke tengah (1 tab)
(iv) Berikut ialah contoh-contoh bibliografi mengikut kaedah APA
Bahan bercetak:
aa. Buku: Tiada Pengarang
A World of Strangers: Order and action in urban public space.(1999).2nd.ed. New York: Basic Books.
bb. Buku:Seorang pengarang
Lofland, L.(1999). A World of Strangers: Order and action in urban public space. New York: Basic Books.
cc. Buku : Dua Pengarang
Lofland, L & Taylor, I (1999). The New Criminalogy: For a social theory of deviance. New York: Harper & Row
dd. Buku: Tiga Pengarang
Lofland,L., Young, J. & Taylor, I (1999).The new criminology: For a social theory of deviance. New York: Harper & Row
ee. Buku: Lebih dari tiga Pengarang
Lofland, L., et.al (1999). The new criminology : for a social theory of deviance. New York: Harper & Row.
f.f. Buku Terjemahan
Rank. O. (1932). Psychology and the soul ( William Turner, Trans.) Philadephia: University of Pennsylavania Press.
gg. Buku dikarang oleh Badan Korporat
Commision on intergoverment relations (1995). Report to the President. Washington, DC: Author. Committee of public finance. (1999). Public Finance. New York:Pitman
hh. Buku Yang disunting
Friedman, R.J., & Katz, M.M. (Eds.) (1974). The psychology of depression: Contemporary theory and research. New York:Wiley.
i.        Manuskrip yang tidak diterbitkan
Hardison, R. (1983).On the shoulders of giant. Unpublished manuscript[7]

BAB III
PENUTUP
Kesimpulan:
Bibliografi ialah nama yang diberikan untuk senarai buku-buku, manuskrip dan dan lain-lain penerbitan yang dirujuk , diterang dan disusun secara sistematik. Ia terdapat dibahagian belakang akhiran sesebuah penerbitan bercetak.
Dengan demikian tujuan bibliofrafi adalah untuk mengetahui adanya suatu buku/pustaka atau sejumlah buku/pustaka yang pernah diterbitkan
Suatu deskripsi bibliografi biasanya terdiri dari :
aa. Judul : berisi judul artikel atau judul buku yang akan dideskripsikan
bb. Kepengarangan : berisi nama pengarang perorangan atau pengarang badan korporasi
cc. Sumber : berisi judul jurnal, judul prosiding, atau judul buku dimana informasi tersebut berada.
dd. Data terbitan (impresium): berisi data tentang kota terbit, nama terbit, dan tahun terbit
ee.  Keterangan fisik buku (kolasi), yang berisi halaman lokasi artikel ditemukan.
f.       Keterangan informasi, seperti abstrak
gf. Keterangan tambahan, seperti lokasi rak penyimpanan, kode call number, perpustakaan pemilik bahan pustaka, dan sebagainya.





DAFTAR PUSTAKA
Amani, Penulisan Bibliografi Formmat APA system. http://amaniresearch.blogspot.com/ diakses pada Minggu, 9 Juni 2013, pukul 14.23 WIB
Sulisttyo Basuki, Pengantar Ilmu Perpustakaan. Jakarta: Gramedia Pustaka, 1993
Wikipedia, Bibliografi. http://id.wikipedia.org/ diakses pada Senin, 10 Juni 2013, pukul 22.09 WIB
http://www.pemustaka.com/ diakses pada Minggu, 9 Juni 2013, pukul 14.25 WIB
http://perpustakaan.narotama.ac.id diakses pada Senin, 10 Juni 2013, pukul 21.06 WIB
http://www.sciencebuddies.org/ diakses pada Minggu, 9 Juni 2013, pukul 12.43 WIB


[2] Sulisttyo Basuki, Pengantar Ilmu Perpustakaan,( Jakarta: Gramedia Pustaka, 1993) hal. 421
[7] Amani, Penulisan Bibliografi Formmat APA system. http://amaniresearch.blogspot.com/ diakses pada Minggu, 9 Juni 2013, pukul 14.23 WIB